LARA LANA...

Lalu perasaan itu, rasa rindu yang kita ungkap hati-hati
Pelan sekali, hingga kita terbenam dalam hangat yang menjatuhkan…
Memporakporandakan pikiranmu dan pikiranku. 
Memecah konsentrasi yang semula kita rancang masing-masing. 
Aku dan kamu…
Kita terjatuh dan terhempas tanpa mampu saling menyelamatkan

Ini bukan cinta…
Hanya rasa sesaat yang tak layak dipertaruhkan.
Kita tak pantas saling bersama…
Karena terjebak pada kisah yang terlarang. 
Kita tak pantas bicara rindu…
Karena cinta itu menjaga, bukan saling menyakiti. 

Kita terdiam dalam lara, 
Yang semakin menyiksa jika dibiarkan bersama. 

Terimakasih karena pernah hadir
Terimakasih karena pernah menggurat kisah…
Kisah tentang kita yang tak bisa menyatu,
bahkan sejak pertama kali kita bertemu

Kita hanya perlu saling melepaskan.
Kamu berjalan ke arahnya, sementara aku berbalik pada dia yang pernah singgah.

Menjauh tak berarti benci
Hanya perlu berjarak, agar tahu bagaimana caranya memaafkan diri sendiri. 

Ada kerisauan yang terus menerus mengikuti
Secercah rasa bersalah yang tak henti menghunus tajam
Seolah perisai yang siap menikam ketika aku kembali pada ingatan tentangmu,
Satu-satunya masa lalu yang tak ingin aku ulang keberadaannya…